Minggu, 10 Januari 2016

PEMELIHARAAN ENGINE DAN KOMPONENNYA

Prosedur Pembongkaran Engine


Pembongkaran Engine

Melepas komponen-komponen mesin adalah disebabkan banyak factor. Kurang tenaga, asap  terbal dari knalpot, panas yang berlebihan, oli bocor dan suara yang abnormal saat operasi mesin  hal-hal ini merupakan kebanyakan alasan untuk melakukan overhoul/reparasi mesin. Tingkat waktu yang membuat komponen-komponen mesin dilepas adalah tergantung dari keluhan dan waktu operasi mesin atau lama pemakaian mesin itu sendiri.

Kadang-kadang keluhan dapat diatasi tanpa melepas keseluruhan komponen, tetapi hanya melepas komponen tertentu saja atau kelengkapan yang terpasang pada mesin. Hal ini bias saja bahan bakar, pendinginan, pelumasan, kelistrikan, sistim pembuangan yang mungkin saja merupakan sumber dari gangguan mesin.

Gangguan lain dapat saja hanya diperlukan melepas kepala silinder atau panci oli, yang mana gangguan tersebut dapat diatasi tanpa harus melepas mesin dari kenderaan. Prosedur ini dapat dikatakan semi overhoul/reparasi, tetapi untuk pekerjaan overhoul/reparasi total maka mesin harus dilepas dari kenderaan.

Untuk mencegah pelaksanaan pekerjaan yang tidak perlu maka sangatlah penting dilakukan diagnosa dan pemeriksaan agar diketahui tingkat gangguan yang terjadi
Pada mesin yang akan diperbaiki. Mengetahui tentang gangguan yang sebenarnya juga akan membantu dalam biaya dan ketepatan perbaikannya sehingga tidak memalukan karena gangguan masih tetap ada dan membuat pekerjaan berulang. Hal ini dapat dihindarkan dengan mengikuti prosedur pemecahan masalah yang tepat.


Buku Pedoman Reparasi

Seharusnya didalam pekerjaan overhoul/reparasi mesin , hal-hal yang penting diketahui dan diikuti diantaranya ketepatan toleransi, prosedur dan metoda. Pada buku teks merupakan sumber yang dibuat secara umum. Untuk informasi yang lebih spesifik maka dibutuhkan buku pedoman reparasi sesuai dengan mesin yang sedang anda kerjakan.

Pengetahuan umum mengenai konstruksi dan cara kerja mesin dan kelengkapannya juga apesifik servis dan prosedur reparasi pada mesin yang akan anda kerjakan adalah merupakan sesuatu yang akan membuat anda sukses didalam pekerjaan tersebut.

Sebelum dikatakan sebelumnya, bahwa buku pedoman reparasi diperlukan untuk mengetahui toleransi yang tepat, penyetelan dan prosedur overhoul/reparasi pada mesin yang akan anda kerjakan. Buku pedoman reparasi tidak semua mengemukakan dalam hal yang sama, maupun selalu menyediakan semua informasi yang dibutuhkan. Anda mungkin tidak dapat menemukan semua spesifikasi pada satu bagian atau tidak ditulis secara keseluruhan.

Buku pedoman reparasi yang lain dapat memuat banyak dengan model yang berbeda-beda oleh karena itu ketelitian anda akan membantu menemukan spesifikasi dan prosedur pada mesin yang anda kerjakan. Hal ini dapat dicapai dengan melihat model atau nomor mesin yang anda kerjakan, dan sesuaikan dengan buku pedoman reparasi yang tersedia.


Membersihkan

Add caption
Pembersihan komponen mesin adalah sangat perlu untuk lebih meyakinkan adanya gangguan pada komponen saat dilakukan pemeriksaan. Hal ini juga akan menghindarkan kotoran yang dapat membuat keausan pada komponen bilamana telah dipasang kembali.

Cara membersihkan komponen mesin ada dengan tangan, semprotan dengan udara tekan, merendam dengan air dingin, Tangki air panas dan mekanik. Biasanya kombinasi dari cara membersihkan ini selalu digunakan, dan masing-masing cara memiliki keuntungan dan kerugian.

Jangan membersihkan komponen apapun hingga anda memeriksakannya pada Guru/pembimbing.


Komponen-Komponen Mesin


Identifikasi yang cepat dan tepat terhadap bagian yang akan dipasang dan juga terhadap komponen – komponen mesin akan sangat membantu untuk informasi bagi penyedia komponen, pemilik dan petugas dari industri.

Istilah industri dapat sedikit berbeda antara pabrik-pabrik atau apa yang biasa digunakan didalam lingkungan hidup tempat kerja.

Gambar berikut akan memperlihatkan bagian yang akan dipasang dan komponen-komponen mesin. Pelajarilah gambar tersebut dan berilah catatan khusus tentang nama komponen dan lokasi pemasangan. Lokasi pemasangan komponen akan sangat tergantung dari dari desain mesin itu sendiri (misalnya mesin 4 langkah model bubungan dikepala (OHC) atau mesin 4 langkah katup dikepala (OHV) ).

Gambar 1 adalah mesin 4 silinder, 4 langkah, model bubungan dikepala (OHC).
Gambar 1. Mesin dengan komponen-komponen

1.     Lengan penekan                             11.  Panci oli
2.     Tutup katup/tutup tappet/tutup        12.  Gigi penggerak pompa oli
       penekan/tutup kepala silinder        13.  Sabuk pemutar
3.     Distributor                                        14.  Puly poros engkol
4.     Katup buang                                    15.  Alternator/generator
5.     Torak                                               16.  Rantai timing
6.     Silinder                                            17.  Kepala silinder
7.     Roda penerus                                 18.  Poros bubungan/bubungan
8.     Batang torak                                   19.  Karburator
9.     Poros engkol                                   20.  Saringan udara
10.  Blok silinder


Membongkar Mesin.

Sebelum memulai membongkar komponen mesin adalah sangat baik apabila anda melakukan pemeriksaan secara penglihatan kemungkinan ada kerusakan pada bagian luar mesin. Apabila pada hal itu tidak terlihat dengan jelas adanya kerusakan gangguan lain seperti kebocoran oli, air pendingin, atau gas bekas dapat diamati dan menjadi catatan dan merupakan bagian analisis gangguan pada mesin.

Kondisi dari oli pelumas dan air pendingin juga sangat penting untuk dianalisis yang menjadi bagian dari mesin itu sendiri . oli pelumas dan air pendingin dapat diuji dengan alat uji yang sesuai atau mengirim contoh dari oli maupun air pendingin tersebut ke laboratorium untuk mendapat hasil yang lebih teliti.
Mesin dibuat dalam bermacam-macam model dan desain. Oleh sebab itu sangatlah tidak mungkin untuk menulis prosedur yang tepat untuk semua mesin tersebut. Membongkar komponen mesin jenis katup dikepala (OHV) dapat saja berbeda dengan mesin jenis poros bubungan dikepala (OHC), sebab poros bubungannya merupakan bagian dari kepala silinder dan terletak diatas katup, sementara untuk jenis katup dikepala (OHV) poros bubungannya merupakan bagian dari blok silinder dan terletak pada bagian bawah katup. Gambar 2 adalah kepala silinder dengan kelengkapannya untuk jenis mesin 4 langkah, 4 silinder jenis mesin poros bubungan dikepala (OHC).
Gambar 2. Kepala silinder

1.     Lengan penekan dengan kelengkapannya
2.     Bantalan poros bubungan
3.     Saluran keluar air pendingin
4.     Katup masuk
5.     Katup buang
6.     Sil batang katup
7.     Dudukan katup
8.     Pegas katup
9.     Dudukan pegas katup
10.  Baji katup
11.  Busi
12.  Kepala silinder
13.  Sil
14.  Poros bubungan
15.  Sproket penggerak poros bubungan
16.  Paking
17.  Tutup katup/tutup tappet/tutuplengan penekan/Tutup kepala silinder
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi prosedur melepas komponen mesin adalah bentuk dari blok silinder, jumlah silinder dan kelengkapan-kelengkapan yang dipasangkan pada mesin tersebut. Untuk hal ini buku pedoman atau petunjuk reparasi harus digunakan.

Mesin otomotif modern saat ini semakin ruwet karena banyak hal seperti pipa-pipa,tabung, selang, kabel, sensor, katup dan kelengkapan lainnya yang telah berkembang. Hal ini menuntut suatu praktek yang baik,dimana sambyngan-sanbungan membutuhkan pemberian label ataupun tanda untuk komponen yang akan dilepas. Menempatkan posisi torak/mesin pada titik mati atas (TMA) dan mengamati akan menjadi suatu referensi yang baik didalam memasang kembali komponen mesin tersebut. Pada saat melepas komponen-komponen seperti, batang pendorong, tappet/lifter, tutup bantalan, mur dan baur, bantalan dan busing harus ditempatkan pada tempat yang benar dan tidak boleh saling tertukar agar pada saat pemasangan tidak salah. Hal ini akan menjamin pelaksanaan pemasangan kembali akan lebih mudah karena setiap komponen mempunyai karakter yang berbeda juga tingkat keausannya, oleh sebab itu penyetelan akan sesuai dengan tingkat keausan tersebut.

Bilamana prosedur melepas komponen pada mesin ditemukan perbedaan karena pembuatan maupun modelnya maka amatilah serta pelajari secara cermat komponen-komponen yang akan dilepas dan juga selama proses membersihkan adakanlah penilaian kondisi dari komponen tersebut. Tentukanlah apa masalahnya dan pilihlah cara yang tepat untuk megoverhoul/reparasi.


Blok Silinder


Blok silinder didesain dalam bentuk satu baris ataupun bentuk – V. Komponen ini adalah yang terbesar pada mesin dan dibuat kuat agar tahan terhadap tekanan, getaran dan panas yang diproduksi dari operasi mesin.

Salah satu bentuk konstruksi blok silinder adalah menyatu (integral), dimana silinder dibuat menjadi satu dengan ruang engkol, atau gabungan, dimana silinder dapat dilepas dari ruang engkol.

Gambar 3 adalah blok dengan 4 silinder beserta kelengkapannya.

Gambar 3. Blok Silinder.

1.     Cincin torak (dua cincin kompresi           7.   Busing/bantalan  
      dan satu cincin oli)                                  8.   Bantalan spigot
2.     Torak                                                       9.   Bantalan utama
3.     Pena torak                                               10. Tutup bantalan
4.     Batang torak                                            11. Baut tutup bantalan
5.     Bantalan batang torak/bantalan               12. Bantalan sisipan.
Ujung besar (big end)
6.   Tutup bantalan


Pada umumnya blok silinder terbuat dari bahan besi tuang kelabu. Hal ini relatif lebih murah, mudah dibentuk, Tidak mudah aus dan tahan terhadap pengaruh panas. Bahan dari perpaduan aluminium juga digunakan hal ini memiliki keuntungan penghantaran panas yang baik dan ringan dari segi konstruksi.


Untuk mengatasi keausan, maka pada blok silinder yang terbuat dari aluminium dipasangkan tabung silinder. Tabung silinder juga ada yang dipasang pada blok silinder yang terbuat dari besi tuang kelabu karena didesain dalam perbaikan selanjutnya.
ambar 4 memperlihatkan variasi dari tabung silinder.
Gambar 4. Tabung Silinder

Tabung Silinder Basah


Blok dicor tanpa tabung silinder dan saat tabung silinder dipasang, bagian luar dari tabung silinder tersebut berhubungan langsung dengan mantel air. Sil khusus dipasang pada bagian bawah dan atas tabung silinder untuk mencegah kebocoran air pendingin maupun oli pelumas. Tabung silinder basah pada umumnya telah difinising dan mampu menghantarkan panas pembakaran secara cepat. Kelemahan dari tabung basah ini adalah kebocoran dan karat.

Tabung Silinder Kering


Tabung silinder kering adalah yang utama digunakan pada blok mesin, yang ketahanannya dibawah besi tuang blok mesin itu sendiri. Tabung kering dijamin pemasangannya pada blok dengan interferense atau dibuat plens pada bagian atas tabung tersebut dan tertekan oleh kepala silinder. Tabung kering lebih sulit memasang maupun melepas, dan kadang-kadang membutuhkan pekerjaan honing setelah tabung tersebut dipasang.


Poros  Engkol


Poros engkol bekerja secara berputar dibagian bawah blok silinder dan dihubungkan dengan torak melalui batang torak. Gerakan naik turun torak dipindahkan ke poros engkol melalui batang torak yang dipasang pada bantalan jalan poros engkol. Hal ini adalah suatu cara kerja gabungan batang torak dengan poros engkol sehingga gerakan naik turun torak dapat dirobah menjadi gerak putar pada poros engkol.

Gambar 5 memperlihatkan poros engkol untuk mesin 4 silinder. Poros engkol ini mempunyai 5 buah bantalan utama (1-5) dan 4 buah bantalan jalan (6-9). Bobot pengimbang (10,11 dan 12) dibuat berlawanan pada setiap  bantalan jalan dan mengimbangi gaya centrifugal yang dihasilkan putaran bantalan jalan.
Bobot pengimbang dapat juga dipasang dengan membautkannya pada poros engkol. Aksi yang berlawanan ini juga akan meredam getaran mesin.
Gambar 5. Poros engkol

Poros engkol dipasang pada blok dengan jaminan tutup bantalan utama dan berputar didalam bantalan sisipan yang dipasang pada bantalan utama maupun pada tutupnya. Diperbandingkan dengan gambar 3. Pelumasan pada bantalan poros engkol adalah dari tekanan pelumasan dari sistem pelumasan mesin. Salah satu ujung dari poros engkol dipasangkan roda penerus dan ujung lainnya dipasang roda gigi penggerak poros bubungan.

Pada umumnya pabrik pembuat memproduksi poros engkol dengan menggunakan salah satu dari teknik berikut ini, Casting, Forging atau Billet machine. Cara casting adalah yang paling banyak digunakan pabrik pembuat kenderaan. Cara forging adalah memberi panas pada bagian dari baja, dikerjakan dengan temperatur dan pengerasan atau dipres pada poros dalam bentuk yang diinginkan. Proses ini utamanya digunakan pada kemampuan dan kekuatan yang tinggi. Poros engkol billet dibuat dengan proses machining pada billet baja yang padat. Desain ini untuk kebutuhan poros engkol yang sangat kuat.

Gambar 6 memperlihatkan bagaimana fillet / radius terbentuk pada jurnal poros engkol.
Gambar 6. Fillet / Radius

Pabrik pembuat poros engkol mengerjakan bantalan utama maupun bantalan jalan dengan ketelitian yang tinggi. Bantalan-bantalan di finishing dengan alat penghalus yang sangat halus. Finishing penghalusan permukaan sangat dibutuhkan untuk menjamin agar dapat mengurangi gesekan antara bantalan yang bergesekan (bering dan jurnal). Fillet atau radius dibuat pada seluruh sisi bantalan duduk maupun bantalan jalan untuk membuat poros engkol lebih kuat dan mencegah keretakan.
Antara bantalan duduk dan bantalan jalan dibuat berhimpitan yang tujuannya juga untuk membuat poros engkol lebih kuat.

Gambar 7 memperlihatkan bagaimana bantalan duduk dan bantalan jalan berhimpitan.
Gambar 7. Bantalan duduk dan bantalan jalan berhimpitan

Pada mesin 4 langkah dengan jumlah silinder banyak, terlepas dari berapa banyak silinder yang ada, masing-masing torak akan menyelesaikan secara utuh 4 kali langkah dalam 720 derajat poros engkol berputar. Untuk operasional mesin yang lebih halus adalah tergantung dari interval derajat kerja dari setiap torak pada poros engkol.

Oleh karena itu, derajat kerja pada poros engkol seperti diterangkan diatas adalah 720 derajat dibagi dengan jumlah silinder.

Untuk mesin dengan jumlah silinder 4 maka derajat kerjanya adalah 720 derajat dibagi 4 = 180 derajat diantara bantalan jalan poros engkol.

Untuk mesin dengan jumlah silinder 6 maka derajat kerjanya adalah 720 derajat dibagi 6 = 120 derajat diantara bantalan jalan poros engkol.

Untuk mesin dengan jumlah silinder 8 maka derajat kerjanya adalah 720 derajat dibagi 8 = 90 derajat diantara bantalan jalan poros engkol.

Roda Penerus


Roda penerus yang bobotnya cukup berat dipasang pada salah satu ujung poros engkol. Roda penerus menyimpan energi dari langkah usaha torak dan mengeluarkan energi ini pada langkah lainnya agar operasional mesin dapat terjaga menjadi halus dan berputar pada putaran yang stabil. Kecepatan mesin yang kadang-kadang tinggi dan kemudian rendah akan menimbulkan gaya puntir pada poros engkol,sehingga dibutuhkan seperti torsional vibration.

Roda penerus juga dibuat besar, halus dan permukaannya rata untuk tempat memasang kopling atau torque converter.

Roda gigi juga dipasangkan mengelilingi sisiluar roda penerus. Pinion motor starter akan berkaitan dengan gigi pada roda penerus sehingga mesin berputar selama mesin akan dihidupkan untuk saat permulaan.

Damper Getaran Torsi


Damper getaran torsi dipasang pada poros engkol untuk menghaluskan tenaga yang keluar dari poros engkol. Perputaran poros engkol akan menjadi naik pda saat langkah usaha dan menjadi turun pada langkah lainnya terutama pada langkah kompresi. Fluktuasi dari putaran ini akan menimbulkan puntiran pada poros engkol dan hal ini hendaknya dapat diatasi atau poros engkol dapat menjadi rusak.

Gambar 8 memperlihatkan karet dipasangkan pada damper getaran torsi dimana hal ini banyak digunakan pada mesin kenderaan penumpang.

Gambar 8. Damper getaran

Damper getaran torsi meredam kenaikan kecepatan putaran (energi) akibat dari langkah usaha dan mepepaskan energi yang tersimpan pada langkah lainnya. Damper getaran torsi terdiri dari bagian ring luar (ring enersia) karet dipasang pada hub. Hub dipasangkan pada bagian depan poros engkol.

Pada langkah usaha kecepatan poros engkol akan menjadi naik dan ring enersia yang terpasang pada karet, membuat perlawanan pada kecepatan yang naik tersebut. Bilamana poros engkol cenderung turun kecepatannya pada langkah lainnya maka ring enersia mencoba memelihara poros engkol berputar pada kecepatan yang sama.

Beberapa mesin menggonakan damper getaran torsi viscous. Walaupun konstruksinya berbeda namun fungsinya tetap sama

Damper getaran torsi lebih sering menjadi kelengkapan pada sabuk penggerak komponen kelengkapan lainnya (pompa air/alternator).

Poros Pengimbang


Beberapa pabrik pembuat mesin menggunakan poros pengimbang untuk meredam getaran yang naik turun pada mesin yang diakibatkan oleh enersia torak dan batang torak pada saat mencapai titik mati atas (TMA) dan titik mati bawah (TMB). Poros pengimbang dipasang pada blok silinder,secara parallel dengan poros engkol dan berputar pada bantalan/busing. Poros pengimbang diputar oleh poros engkol pada kecepatan yang sama atau duakali putaran mesin. Dengan dukali kecepatan mesin akan meningkatkan efektipitas kerja poros.
Gambar 9 memperlihatkan poros pengimbang dihubungkan dengan poros engkol.
Gambar 9. Poros Pengimbang

Beberapa mesin mempunyai dua buah poros pengimbang. Apabila dua buah poros pengimbang dipakai maka putaran kedua poros tersebut adalah berlawanan arah. Semua  poros pengimbang selalu digerakkan oleh poros engkol mesin agar dapat meredam getaran-getaran yang terjadi.


Bantalan
 

Ada dua jenis bantalan yang digunakan pada mesin yaitu:
  1. Bantalan jenis rata/luncur/busing, yang dapat digunakan pada blok silinder untuk mendukung poros bubungan, poros pengimbang atau pada pena torak.
  2. Bantalan jenis sisipan yang sangat persisi, yang digunakan sebagai dudukan poros engkol pada blok silinder atau pada ujung besar batang torak.

Bantalan mempunyai baja pada bagian belakang yang merupakan lembaran tipis dari bahan pembuatan bantalan (babbit atau metal putih) dibuat menjadi satu. Perbedaan bahan bantalan diduat sesuai pemakaiannya pada beban-beban yang berbeda maupun karakter desain. Perpaduan timah, tembaga dan aluminium digunakan dan dikomdinasikan agar sesuai dengan fungsi atau perputaran pada bagian permukaan bantalan.

Ketahanan terhadap kelelahan adalah jangka pemakaian yang tergambar pada kekuatan bantalan didalam hubungannya dengan kekuatan terhadap beban yang berulang-ulang, dan kemampuan lentur tanpa mengalami pecah/retak.
Memberikan kemampuan menyesuaikan diri pada bahan bantalan, adalah agar mampu mengikuti dan mengimbangi distorsi yang tidak seimbang. Bahan bantalan dibuat dengan halus dan berbentuk sama dengan bentuk jurnal agar dapat bekerja dengan tepat. Hal ini memberikan bantalan mampu terhadap beban yang diterimanya.
Kemampuan menyimpan adalah hal lain yang menjadi syarat bahan bantalan sisipan yang mana kotoran atau partikel dapat dibenamkan pada bantalan tersebut sehingga tidak merusak permukaan poros engkol.

Tahan terhadap karat agar tidak merusak bantalan yang diakibatkan pembentukan
Pengasaman dari proses pembakaran dan kondensasi.
Mampu terhadap panas, agar bantalan mampu menumpu bebannya pada saat temperatur tinggi.

Kemampuan menghantarkan panas juga merupakan suatu hal penting pada bantalan dimana panas yang diterima dapat disalurkan pada dudukan atau tutup bantalan.

Gambar 10 memperlihatkan bentangan/lenturan dan crush/nip bantalan.

Gambar 10. Bentangan dan crush

Bentangan bantalan adalah suatu proses dimana diameter bantalan lebih besar dari dudukannya hal ini agar saat bantalan dipasang pada dudukannya akan benar-benar tercengkram.

Crush bantalan adalah untuk menjamin bantalan akan duduk dengan kuat pada rumah bantalan itu sendiri. Pabrik membuat bantalan lebih besar sedikit dari lobang dudukan, hal ini dibuat agar menghindari kerusakan pada bantalan maupun pada jurnal poros engkol.

Tutup bantalan utama maupun pada bantalan jalan dibuat tanda atau nomor, hal ini dibuat agar dapat terpasang sesuai pada pasangannya masing-masing. Penomoran ini penting agar setelah pemasangan kembali, karena tingkat keausan pada masing-masing tidaklah sama dan apabila hal ini saling tertukar akan dapat mengakibatkan kerusakan atau ketidak seimbangan.


Torak


Torak diperlukan untuk melakukan beberapa fungsi penting, yaitu sebagai tempat cincin torak yang sebagai pembatas dan perapat pada dinding silinder dan menerima tenaga pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol melalui batang torak. Tekanan dan panas akibat pembakaran mengharuskan konstruksi torak dibuat harus kuat, ringan, tahan gesekan dan mampu menghantarkan panas.

Pada mulanya torak dibuat dari bahan besi tuang kelabu yang mana hal ini sangat baik dan tahan terhadap gesekan dan tahan terhadap pemuaian. Kerugian torak yang terbuat dari bahan ini adalah mempunyai bobot yang berat, jenis ini akan lebih sesuai dipakai pada mesin putaran rendah. Energi pada torak saat berhenti pada akhir setiap langkah, adalah sangat besar untuk jenis mesin kecepatan tinggi.

Pada umumnya torak dibuat dari bahan paduan aluminium, karena bahan ini hampir memenuhi semua persyaratan/karakteristik yang dibutuhkan. Namun aluminium sangat mudah dipengaruhi panas dan pemuaian maka dalam pembuatan torak yang terbuat dari aluminium lebih rumit.
Gambar 11 memperlihatkan torak dengan bagiannya.

Gambar 11. Torak

Konstruksi torak dibuat dalam banyak bentuk dan model. Kepala torak didesain secara tepat agar mampu membuat pusaran pada campuran bahan bakar-udara dan efisien terhadap pembuangan gas bekas. Permukaan torak ada yang rata, concave, domed atau kombinasi dari bentuk tersebut. Hal ini akan dipilih sesuai dengan bentuk ruang bakar agar tercapai efisiensi maksimum.

Slipper skirt torak dibuat agar mesin lebih tepat dalam desainnya. Ini membuat torak akan lebih ringan kerjanya pada batang torak dan blok silinder. Karakteristik desain termasuk memperpanjang skirt pada satu sisi agar lebih mudah pada putaran poros engkol.

Offset pena torak dibuat sedikit offset kearah sisi kerja torak. Hal ini untuk membantu agar torak dapat bekerja dengan baik pada langkah kompresi maupun langkah usaha. Offset tersebut adalah sudut antara torak,batang torak dan bantalan jalan poros engkol. Terutama hal ini akan memperlancar kerja torak saat pergantian dari langkah kompresi ke langkah usaha.


Cincin Torak

 

Pada torak dipasang cincin kompresi dan cincin oli. Cincin kompresi berfungsi untuk mencegah kebocoran gas didalam silinder sementara cincin oli mengontrol oli yang berlebihan pada dinding silinder sebagai pelumas dan sebagai perapat untuk cincin kompresi.

Gambar 12. memperlihatkan posisi cincin kompresi dan cincin oli.

Gambar 12. Cincin Torak

Tekanan kompresi dan tekanan pembakaran akan menekan cincin kompresi kearah bawah alur cincin tersebut, dalam hal ini cincin kompresi harus mampu mencegah kebocoran gas dari daerah alur tersebut sebaik cincin kompresi mencegah kebocoran pada dinding silinder. Apabila cincin kompresi lebih dari satu maka apabila ada kebocoran pada cincin kompresi pertama maka akan dicegah oleh cincin kompresi yang kedua.

Gambar 13. memperlihatkan bagaimana cincin kompresi mencegah kebocoran gas.

Gambar 13. Cincin kompresi mencegah kebocoran.

Cincin torak model datar mempunyai permukaan persegi yang berhubungan dengan dinding silinder dan cincin tersebut biasanya berbentuk empat persegi panjang.

Cincin torak model diruncingkan mempunyai permukaan yang diruncingkan pada arah depan bagian bawah cincin seperti pada gambar 14. Keruncingan tersebut kira-kira 1 derajat, dan normalnya dipasang setelah cicin kompresi pertama. Sisi luar bagian bawah yang sudutnya tajam adalah sangat baik untuk mengikis oli dari dinding silinder pada saat torak bergerak kearah bawah, tetapi juga akan mengikis sisa lapisan oli pada saat torak bergerak kearah atas.
Permukaan cincin model ini akan mengakibatkan kontak permukaan cincin dengan dinding silinder kurang baik tetapi sangatlah baik dalam pengontrolan sisa oli pelumas yang terdapat pada dinding silinder.

Gambar 14. memperlihatkan jenis desain cincin kompresi.

Gambar 14. Jenis cincin kompresi

Cincin kompresi torsional twist mempunyai sudut diatas bagian dalam atau sudut dibawah bagian luar. Permukaan yang diruncingkan dan cincin kompresi torsional twist adalah berhubungan dengan arah sehingga saat memasang jangan sampai terbalik/salah.

Pada langkah usaha, tekanan pembakaran akan menekan cincin kompresi kesisi bawah alur cincin dan juga kearah dinding silinder sehingga cincin kompresi dapat mencegah terjadinya kebocoran (lihat gambar 15).

Cincin kompresi torsional twist tidak hanya mempunyai keuntungan seperti cincin kompresi permukaan diruncingkan tetapi juga dapat mencegah kebocoran dengan baik. Sejak cincin memuntir atau tidak memuntir didalam alur, cincin juga seperti empat persegi panjang atau seperti permukaan diruncingkan.

Gambar 15. memperlihatkan kerja dari cincin torsional twist pada saat langkah pemasukan dan langkah usaha.
Gambar 15. Cincin torsional

Bahan untuk membuat cincin torak haruslah tidak mudah aus, mempunyai elastisitas yang baik dan kuat terhadap panas dan tekanan. Besi tuang adalah lebih murah dan memenuhi syarat tersebut diatas.

Kelemahan dari besi tuang adalah terlalu rapuh. Hati-hati saat melepas atau memasang cincin torak jangan sampai mnembang berlebihan karena akn mengakibatkan patah.

Cincin kompresi bagian atas secara khusus harus mampu terhadap panas, pelumasan sedikit, kejutan beban bilamana tekanan pembakaran naik secara tiba-tiba, tahan terhadap gesekan dan tahan lama.

Permukaan cincin torak yang terbuat dari bahan besi tuang diperkeras dengan chromium dan molybdenum.

Pengerasan dengan chromium akan membuat tahan terhadap gesekan dan tahan lama.

Pengerasan permukaan cincin torak dengan molybdenum adalah agar cincin tahan dan kuat terhadap temperatur yang tinggi.

Besi tuang juga digunakan untuk bahan cincin oli, pada bagian ujung rel diperkeras dengan chrom, atau stainless steel, bahan ini digunakan pada cincin oli model lembaran/terpisah. Model rel terpisah mempunyai keuntungan lebih kuat, pleksibel, tidak terlalu tebal dan ringan.

Cincin oli dengan konstruksi lembaran adalah yang paling banyak digunakan pada mesin kenderaan karena mempunyai keuntungan seperti berikut. Mempunyai pleksibel yang tinggi, selalu siap dengan posisi yang berubah-ubah dan permukaannya dengan permukaan dinding silinder dapat selalu kontak dengan baik. Tidak mudah terpengaruh dengan kotoran karbon hal ini dibandingkan dengan cincin oli model satu bagian/tunggal.

Sisa oli yang tidak terkikis oleh cincin oli akan masuk kedalam ruang bakar dan terbakar. Hal ini akan menyebabkan tenaga mesin berkurang dan tumpukan karbon akan terjadi pada katup, busi dan ruang bakar.


Batang Torak


Batang torak adalah salah satu komponen mesin yang menerima tekanan tinggi. Batang torak berfungsi merubah gerak lurus dari torak menjadi gerak putar pada poros engkol. Oleh karena itu batang torak harus kuat terhadap regangan dan kaku. Pada saat yang sama batang torak juga harus seringan mungkin agar tidak membutuhkan tenaga gerak yang besar.

Pada umumnya batang torak dibuat berbentuk H atau I, agar lebih kuat dalam bobot yang lebih ringan. Bagian ujung kecil batang torak dihubungkan dengan torak dengan jaminan pena torak, dan ujung yang lain dari batang torak yaitu ujung besar dihubungkan dengan bantalan jalan poros engkol.

Bagian ujung besar batang torak dibuat dua bagian agar dapat terpasang pada bantalan poros engkol dan dilengkapi dengan baut/mur sebagai pengikat, hal ini agar ujung besar dan kelengkapannya dapat terpasang terutama crush bantalan sisipan benar-benar pada posisi bulat dan sesuai dengan bantalan jalan poros engkol. Untuk menjamin kondisi ini maka tanda yang terdapat pada batang torak harus tepat pada saat akan memasang.

Gambar 16. memperlihatkan batang torak dalam keadaan terpasang.

Gambar 16. Batang Torak

Beberapa batang torak ada yang dibuat lobang dari bawah keatas sebagai saluran oli yang akan melumasi pena torak, dan pada sisi lain dibuat lobang ( lihat gambar 16) untuk menyemprotkan oli pelumas kedinding silinder.
Kebanyakan batang torak diproduksi dengan tutupnya pada posisi rata, tetapi ada juga yang dibuat tidak rata. Model batang torak yang tutupnya dibuat terpisah memiliki keuntungan dimana bagian batang torak bersama torak dapat dilepas kebagian atas silinder. Kelemahannya adalah kemungkinan tegangan yang terjadi pada baut/mur pengikat.
Pada bagian ujung besar batang torak dipasangkan metal sisipan, seperti yang digunakan pada bantalan utama poros engkol. Pada metal sisipan dibuat pengunci agar metal sisipan tersebut terpasang dengan kuat dan tetap dalam bentuk bulat. Dalam hal ini termasuk baut, dowel, serration dan lain sebagainya.
Metoda pemasangan torak terhadap batang torak ada yang mengikat pena dengan menggunakan baut/mur, interference antara batang torak dengan pena torak atau dengan menggunakan circlip untuk memegang pena didalam torak.

Gambar 17. memperlihatkan batang torak, pena torak dan pemasangan torak.
Gambar 17. Pena Torak
Metoda yang menggunakan circlip biasanya pena torak pada posisi full floating dan banyak digunakan pada mesin disel. Metoda diikat dengan baut/mur dan dengan interference atau dipress disebut semi floating, metoda ini kebanyakan digunakan mesin-mesin bensin modern.

Melepas dan memasang circlip yang menahan pena torak harus dilakukan dengan hati-hati. Dengan melepas circlip maka pena torak dapat dilepas dari posisinya dengan cara mendorong, apabila pena torak sulit dikeluarkan maka sebaiknya dipanasi didalam air atau oli, ini akan mengakibatkan torak memuai sehingga pena torak mudah dilepaskan. Apabila hendak memasang maka panaskan terlebih dahulu torak, dan yakinkan bahwa torak sudah pada posisi yang benar, gunakan circlip yang baru dan arahkan ujung dari circlip mengarah pada bagian bawah torak.

Untuk melepas pena torak yang diikat dengan metoda press atau interference disediakan alat khusus, dimana alat tersebut ada sebagai landasan dan ada sebagai penekan agar kerusakan dapat dihindari. Pena torak dipress dalam kondisi dingin namun pada saat memasang hendaknya ujung kecil batang torak dipanasi terlebih dahulu dan lakukanlah dengan hati-hati dan batang torak sudah pada posisi yang benar.

Gambar 18. memperlihatkan pemakaian alat yang benar untuk melepas pena torak dengan model pengikatan press dan interference.

Gambar 18. Alat Penekan


Poros Bubungan


Fungsi utama poros bubungan adalah untuk menggerakkan katup masuk dan katup buang. Poros bubungan dibuat dari bahan perpaduan baja tuang atau baja padu, atau dari besi tuang yang berkemampuan tinggi. Dalam operasinya permukaan bubungan menerima beban yang besar oleh karena itu diperlukan pengerasan pada permukaan tersebut.

Fungsi lain dari poros bubungan adalah untuk menggerakkan distributor atau pompa bahan bakar. Distributor digerakkan oleh gigi yang terdapat pada poros bubungan sementara untuk menggerakkan pompa bahan bakar adalah dengan bubungan ecentrik yang terdapat pada poros bubungan tersebut.

Gambar 19 memperlihatkan poros bubungan dikepala (OHC) bersama sabuk dan puly.
Gambar 19. Poros Bubungan

Poros bubungan ditempatkan pada ruang engkol blok mesin dan menggunakan sistem batang pendorong hal ini adalah untuk jenis katup dikepala (OHV), untuk jenis lain poros bubungan ditempatkan pada kepala silinder (OHC). Poros bubungan pada umumnya disanggah pada bantalan utama yang terdapat pada poros bubungan, yang dibuat setelah bubungan setiap silinder hal ini untuk menghindarkan kebengkokan.

Poros bubungan yang ditempatkan pada ruang engkol, berputar pada bantalan busing, sementara untuk jenis poros bubungan yang ditempatkan dikepala (OHC) menggunakan metal sisipan. Untuk jenis lifter mekanik celah katupnya dapat distel pada rangkaian lengan penekan, dan untuk jenis lifter hidrolik tidak membutuhkan penyetelan celah katup.

Poros bubungan digerakkan oleh poros engkol melalui perantara roda gigi, sabuk bergigi ataupun rantai. Poros bubungan harus bekerja dalam waktu yang tepat terhadap poros engkol, agar katup masuk maupun katup buang dapat membuka dan menutup pada waktu yang tepat dihubungkan dengan langkah torak didalam silinder. Hal ini disebut timing katup.
Apabila poros bubungan bekerja dalam waktu yang tepat terhadap poros engkol maka bentuk bubungan dapat mengontrol secara tepat bilamana katup membuka, kecepatan katup membuka, lamanya katup membuka, bagaimana kecepatan katup menutup dan bilamana katup menutup.

Gambar 20. memperlihatkan bentuk bubungan.

Gambar 20. Bentuk Bubungan

Untuk jenis mesin poros bubungan diatas (OHC) maka bubungan akan langsung berhubungan dengan katup atau pada lengan penekan katup. Hal ini akan membuat  timing katup lebih tepat dan kehilangan tenaga untuk menggerakkan mekanisme penggerak katup dapat diperkecil.

Pada jenis mesin dengan katup dikepala (OHV), gerakan bubungan disalurkan melalui lifter/tappet, batang pendorong, lengan penekan dan selanjutnya ke katup. Hal ini akan menyebabkan timing katup tidak dapat dicapai setepat mungkin dan juga membutuhkan tenaga untuk menggerakkan mekanisme ini terutama pada kondisi mesin dalam putaran tinggi.

Pada mesin 4 langkah, poros bubungan akan berputar setengah putaran poros engkol. Hal ini yang menyebabkan katup hanya akan membuka satu kali dalam 720 derajat atau satu kali dalam dua kali putaran poros engkol. Perbandingan putaran ini dapat dicapai dari perbandingan jumlah gigi penggerak antara poros bubungan dengan poros engkol.

Katup akan mengontrol pergerakan gas kedalam maupun keluar silinder. Lamanya katup bekerja tergantung pada jarak waktu dalam derajat katup membuka. Overlap katup adalah jumlah derajat putaran poros engkol, dimana kedua katup yaitu katup masuk dan katup buang sama-sama terbuka pada waktu yang bersamaan. Lead adalah masa yang diberikan pada katup membuka sebelum titik mati atas (TMA) atau sebelum titik mati bawah (TMB). Lag adalah katup tertutup setelah titik mati atas (TMA) atau katup menutup setelah titik mati bawah (TMB).

Gambar 21. memperlihatkan diagram timing katup untuk mesin 4 langkah.
Gambar 21. Timing Katup

Cara yang paling sederhana dalam memutarkan poros bubungan adalah dengan roda gigi. Cara ini adalah yang selalu digunakan pada poros bubungan yang ditempatkan diruang engkol blok. Posisi rodagigi tidaklah terlalu rumit dan menggunakan semprotan oli untuk melumasi agar dapat dicegah keausan pada rodagigi. Pembuatan rodagigi dengan menggunakan bahan dari non metal (phenolic resin) atau paduan aluminium akan dapat mencegah suara yang berisik.
Gambar 22. memperlihatkan rodagigi timing dengan tanda penyesuai untuk mesin 4 langkah.

Gambar 22. Rodagigi Timing

Sehubungan dengan desain dari mesin dengan poros bubungan dikepala (OHC) maka diperlukan penggerak poros bubungan seperti rantai atau sabuk. Apabila jarak dari penggerak cukup jauh yaitu jarak dari poros bubungan ke poros engkol maka umumnya, rantai atau sabuk pemutar akan dibagi dalam dua bagian.

Pelumasan Mesin

Fungsi sistem pelumasan adalah mendistribusikan oli ke semua komponen yang membutuhkan pelumasan. Hal ini akan membantu mendinginkan dan membersihkan selama pembilasan berlangsung; mengurangi gesekan dan hentakan beban; sebagai perapat; memperkecil keausan dan suara.

Gambar 23. adalah sistem pelumasan untuk mesin 4 langkah, 4 silinder jenis mesin poros bubungan dikepala (OHC).
Gambar 23. Sistem Pelumasan

1.     Poros lengan penekan                   9.   Strainer     
2.     Lengan penekan                            10.  Pipa pengisapan
3.     Poros bubungan/bubungan            11.  Pompa oli
4.     Saluran oli                                       12.  Katup pengontrol tekanan oli
5.     Saringan oli                                     13.  Idler 
6.     Rongga utama oli                            14.  Penegang sabuk timing 
7.     Jurnal bantalan utama                     15.  Rodagigi poros bubungan
8.     Jurnal bantalan jalan                       16.  Sabuk timing

Komponen mesin modern menggunakan oli pelumas bertekanan. Pompa oli membuat pengaliran dan tahanan terhadap aliran ini akan membuat tekanan oli menjadi naik didalam sistem pelumasan. Tahanan untuk mengalir diperoleh dari celah yang kecil pada komponen yang dilumasi. Celah yang besar pada komponen akan membutuhkan aliran oli yang besar pula tetapi hal ini akan menimbulkan tekanan oli menjadi turun didalam sisitem pelumasan.

Kebanyakan mesin memasang saringan oli aliran penuh (full flow) dan menggabungkan katup by pass. Model saringan oli aliran penuh adalah menyaring oli yang disalurkan pompa sebelum dipakai ke komponen-komponen. Sementara model penyaringan by pass adalah oli yang disalurkan pompa dipakai langsung melumasi komponen dan sementara itu sebahagian mengalir kesaringan dan selanjutnya kembali kedalam panci oli.

Katup by pass pada saringan oli dibuat apabila ada gangguan pengaliran melalui saringan apakah itu karena kotoran pada saringan ataupun mungkin oli terlalu kental maka akibatnya tekanan pada daerah tersebut akan naik dan katup by pass akan membuka sehingga oli akan langsung digunakan tanpa disaring hal ini adalah menjaga jangan sampai komponen tidak mendapat pelumasan karena saringan  tersumbat karena lebih berbahaya tidak mendapat pelumasan dibandingkan memakai oli pelumas tanpa disaring.

Tekanan oli pada sistem pelumasan dijaga oleh katup pengembali tekanan. Katup ini akan membuka apabila tekanan oli naik melebihi spesifikasi  sehingga oli akan mengalir melalui katup ini kembali kedalam panci oli.

Gambar 24. memperlihatkan model saringan bypass disebelah kiri dan model saringan aliran penuh (full flow) disebelah kanan.

Gambar 24. Saringan oli

Pompa oli yang digunakan pada mesin kenderaan biasanya adalah model pompa positif dan digerakkan oleh poros bubungan atau poros engkol. Ada tiga jenis pompa yang digunakan yaitu, jenis rodagigi, rotor, dan baling-baling. Jenis rodagigi dan rotor adalah yang paling banyak digunakan karena biaya lebih murah dan kemampuannya lebih baik.